Genuk City
Terletak di area pesisir pantai, di lewati oleh Jalan Pantura. Di situ lah semua aktivitas anak kuliah sebesar 95% di lakukan setelah kegiatan di kampus berakhir, sebagian besar Genuk di penuhi oleh rumah kontrakan dan kos. Dulu saya pernah mendapat sebuah cerita dari bapak Grab ketika saya naik dengan transportasi mobil Grab. Beliau bercerita bahwa di Genuk seluruh area di penuhi oleh non pribumi Genuk. Dan hanya terdapat 6 Kartu Keluarga saja yang benar-benar asli dari Genuk. Dan itu membuat saya tercengang. Dari penjelasan bapak Grab tersebut bahwa keluarga asli dari penduduk Genuk tersebut perlahan berpindah, karena dulu di area terboyo sampai sayung tergenang banjir jika curah hujan memamg tinggi dan di pengaruhi oleh pasang air laut. Maka dari itu Pemda dari Semarang sudah berusaha untuk meninggikan jalan dan warga sekitar juga meninggikan rumah mereka setiap 5 tahun sekali agar rumah mereka masih bisa terselamatkan. Namun, dari hal tersebut tidak membuat patah semangat untuk anak kuliah. Walaupun, memang agak sedikit membutuhkan effort yang lebih tapi itu semua sudah menjadi maklum oleh para penghuni Genuk dan merupakan menjadi ciri khusus dari Genuk itu sendiri. Memang dekat dengan area kampus Genuk selalu ramai dan punya area non active pada jam tertentu, sekitar jam 23.00 di Genuk ini sudah tidak di selimuti oleh keramaian. Jarak kampu ke Genuk atau sebaliknya cukup memakan waktu yang relatif pendek, hanya 5-10 menit saja. Itulah sebagian yang saya bisa ceritakan tentang Genuk, terima kasih.
Komentar
Posting Komentar